Ratusan jerigen berisi miras jenis tuak disita dari empat mobil di Jalan Raya Soreang, Desa Sadu, Kabupaten Bandung.
Dandim 0624 Kabupaten Bandung, Letkol Inf Tinton Amin Putra, mengungkapkan, enam pelaku berhasil diamankan, termasuk sopir dan kernet.
Operasi ini bermula dari patroli gabungan TNI-Polri, yang menemukan kendaraan mencurigakan mengangkut jerigen miras menggunakan mobil bak terbuka dan boks.
Modus Pelaku: Pengiriman di Waktu Sepi
Para pelaku menggunakan waktu dini hari untuk mendistribusikan miras guna mengelabui petugas.
"Mereka memilih waktu sepi patroli dan menutup muatan dengan terpal," ujar Tinton.
Hasil razia tersebut menyita total 200 jerigen atau setara dengan 6.000 liter tuak, yang rencananya akan didistribusikan ke Majalaya, Rancaekek, Pasirkoja, dan Sumedang.
Dampak Positif Operasi
Menurut Tinton, kolaborasi TNI-Polri menjadi kunci dalam mencegah peredaran miras yang merusak kesehatan masyarakat, terutama generasi muda.
"Kita berhasil menyelamatkan 6.000 manusia dari bahaya miras," tegasnya.
Patroli Rutin Menjelang Ramadan
Dalam menyambut bulan suci Ramadan, TNI dan Polri berkomitmen untuk mengintensifkan patroli pemberantasan miras.
Barang bukti dan pelaku telah diserahkan ke Polresta Bandung untuk proses hukum lebih lanjut.
Langkah tegas ini menunjukkan keseriusan TNI dan Polri dalam menjaga ketertiban dan melindungi masyarakat dari bahaya miras. *
0 Komentar